Merendahkan Diri Untuk Ditinggikan

“Di tengah begitu banyak konflik yang membuat sikap orang menjadi keras, kaum agamawan mesti rendah hati,” kata Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Franz Magnis Suseno, dalam diskusi dan peluncuran buku “Pesan Pesan Al Qur’an” karya Djohan Effendi di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (12/10/2012) malam (seperti dikutip dari kompas.com).

Semua tokoh sentral yang menjadi pionir berdirinya sebuah sebuah agama (yang dibentuk pengikutnya) adalah mereka yang memang rendah hati dan berjuang dari nol.

Dia sudah merendahkan diri di kayu salib untuk menginggikan kita menjadi anak-anak Allah

Yesus telah merendahkan diri dihadapan manusia (photo : Goodsalt.com via sangsabda.wordpress.com)

Tidak ada pilihan lain, karena awalnya pembawa berita baru adalah mereka berbeda pendapat dari masyarakat umumnya, dan tentu ditentang keras oleh masyarakat saat itu dengan membandingkan dengan doktrin kepercayaan saat itu.

Ironisnya para tokoh itu yang masa hidupnya dihimpit, dibatasai dan dikejar-kejar dan setelah besar seperti saat ini pengikutya malah cenderung  berbuat arogan seperti yang dilakukan orang lain pada tokoh agama itu.

Yesus Kristus sendiri menyindir dengan keras perbuatan orang Israel mengenai hal itu. (Bandingkan Lukas 11:47 Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.).

Tidak seharusya kita berlaku sombong, kita harus selalu rendah hati karena dengan merendahkan diri-Nya lah kita beroleh hak sebagai anak yaitu penebusan dosa. Jadi akankah mereka yang benar-benar sudah merendahkan diri dihadapan Tuhan bisa meninggikan diri pada sesamanya?

Ayat Pilihan:
Matius 23:12      Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Mari Berdoa:
Ya Tuhan, Allah Bapa yang Mahakuasa didalam nama Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya Tuhan ajari agar kami selalu ingat bahwa Engkau dengan merendahkan diri pada manusia yang berdosa telah menebus dosa-dosa kami. Biarlah kami ditinggikan karena kami merendahkan diri. Amin.

Share

You may also like...

Leave a Reply