Membahagiakan Orang Lain

Kemarin (10 Okt 12) Ratusan simpatisan mengajak warga tersenyum dalam kampanye Gerakan Mari Tersenyum yang digelar Himpunan Psikologi Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia, gerakan ini diadakan membudayakan senyum demi mencegah depresi dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Jaman ini semakin banyak cara dilakukan oleh manusia untuk menyenangkan dan menenangkan diri. Semua berpunca untuk satu tujuan yakni hidup berbahagia.

Dalam persekutuan marilah saling membahagiakan

Bersekutu dengan Yesus Kristus untuk saling membahagiakan (photo : renunganhidup.com)

Hidup yang semakin sulit, persaingan yang semakin sengit dan kepedulian yang semakin sedikit telah membuat manusia satu terisolasi atau mengisolasi diri satu dengan yang lainnya.

Semakin sedikit yang peduli, sehingga semakin sedikitlah teman untuk berbagi.

Itulah sebabnya kita perlukan akan persekutuan, yakni kebersamaan yang didasari pada iman dan kepercayaan kita pada Allah Bapa di dalam Yesus Kristus.

Ada teman untuk berbagi, ada teman yang akan menguatkan kita dalam perkataan, perbuatan dan doanya dan Yesus Kristus yang yang selalu hadi ditengah-tengah kita.

Akan begitu indah jika kita berusaha untuk saling membahagiakan, karena disitulah kasih itu hadir.

Ayat Pilihan:
1 Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Mari Berdoa:
Ya Tuhan, Allah Bapa yang Mahakuasa didalam nama Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya Tuhan ajari kami agar kasih-Mu selalu menjadi andalan kami dalam setiap detak nadi kami. Dan ajari kami untuk berusaha membahagiakan sesama kami, karena dengan itu kami akan semakin sadar betapa berharganya diri kami dihadapan sesama kami, bangsa dan negara kami dalam  kasih setia-Mu. Amin.

Share

You may also like...

Leave a Reply