Merendahkan Arti Kehormatan

Upaya penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan kelihatannya semakin menambah runyamnya upaya pemberantasan Korupsi di Indonesia ini.

Belum lagi upaya pemangkasan wewenang KPK dengan revisi UU KPK di DPR selesai, dan sekarang sepertinya orang-orang kunci yang sedang menyelidiki kasus di KPK seperti jadi incaran Polisi.

arti kehormatan itu bukanlah melindungi diri dari jeratan hukum tapi mengungkap kebenaran untuk yang tebaik bagi bangsa dan negara

Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.
sumber : roti-hidup.blogspot.com

Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, tapi upaya penangkapan ini dilakukan pada wakil satgas penanganan Korupsi Simulatorm SIM, yang sedang hangat-hangatnya dilakukan KPK yang disinyalir melibatkan Petinggi Polri, atas sebuah kasus tahun 2004 yang sudah selesai di pengadilan.

Akhirnya tanggapan yang muncul adalah aparat Kepolisian hanya ingin menyelamatkan kehormatan buta korpsnya dan pimpinannya yang terlibat, dimana mereka merendahkan arti sebuah kehormatan itu menjadi kewajiban melidungi korps dan pimpinan dari incaran KPK (aparat penegak hukum), bukan melindungi kepentingan penegakan hukum.

Ayat Pilihan:
Amsal 3:35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Mari Berdoa:
Ya Tuhan, Allah Bapa yang Mahakuasa didalam nama Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya Tuhan lindungi dan jaga mereka yang berjuang demi penegakan hukum dan khususnya penumpasan korupsi di negara kami, dan siapakah mereka yang berani mengganggu orang-orang yang Kau lindungi? Ingatkanlah mereka Tuhan. Amin.

Share

You may also like...

Leave a Reply