Semoga NU jadi Penyeimbang Independen

Saat ini sedang berlangsung Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama dan para ulama sedangĀ  mengkaji ulang kewajiban masyarakat membayar pajak bukan karena rencana pembangkangan atas Negara tapi lebih pada protes sosial atas Pemerintah yang sepertinya tidak ingin atau sangat lamban menangani dan meberantas Korupsi.

Nabi Samuel yang Mengurapi Raja
Ilustrasi: www.alginting.blogspot.in

Ini adalah salah satu langkah maju, karena selama ini ormas-ormas keagamaan lebih suka mendiskusikan masalah politik praktis ketimbang menempatkan diri sebagai organisai Penyeimbang dan Pengawasan langsung rakyat atas Aparatur Negara.

Alangkah baiknya jika para Rohaniawan tidak terlibat langsung dengan Politik Praktis, karena seorang Politikus yang baik akan selalu menekan korban semininal mungkin demi ambisi yang lebih besar, sementara Rohaniawan harusnya tidak boleh mengorbankan satu orang pun, karena Allah dalam nama Yesus Kristus sudah mengorbankan diri untuk menebus umat-Nya.

Dan tentunya kita rindukan peran Nabi-Nabi seperti jaman Raja-Raja Israel dimana mereka selalu mengingatkan dan menasehati Raja bisa diperankan oleh Ulama/Rohaniawan yang independen.

Ayat Pilihan:
Roma 13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Mari Berodoa:
Ya Tuhan, Allah Bapa yang Mahakuasa didalam nama Yesus Kritus dan persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya Tuhan mengingatkan agar para Rohaniawan-Mu selalu menjauhkan diri dari Politik Praktis dan turunkanlah kiranya Roh Kebijaksanaan atas mereka sehingga dalam kasih-Mu mereka mampu mempengaruhi para Politikus, dan ingatkanlah dalam kasih-Mu yang besar mereka yang mengatasnamakan umat-Mu untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Amin.

Share

You may also like...

Leave a Reply